Pengaturan suhu ikan tuna kuci sukses ekspor

Industri tuna di Indonesia mengalami penolakan di negara tujuan ekspor. Apa masalahnya? Selengkapnya

Review : Nikon D90

Nikon D90 merupakan masterpiece dari Nikon yang sarat fitur unggulan dengan kualitas yang sangat baikSelengkapnya

Singapore Trip 2012

Pengalaman perjalanan singkat ke Singapura

Apa itu PayPal

Penjelasan singkat tentang PayPal

Biography : Emmanuelle Captelle

Emmanuelle Captelle merupakandrumer muda profesional ang sangat berbakat

Showing posts with label my travel. Show all posts
Showing posts with label my travel. Show all posts

Friday, December 7, 2012

Pengalaman Urus Visa Schengen Jerman

Source : Internations.org

Haloo,,,

       Saya ingin 'share' lagi nih,,,kali ini tentang pengalaman saya mengurus visa 'schengen' di kedutaan jerman. Saya mengurus visa ini pada medio bulan oktober 2012. Sebelumnya saya sudah 'searching' tentang tata cara pengurusan visa di kedutaan jerman, dan hasilnya rata-rata semua bilang ribet dan susah. 
        Kenyataannya, tidaklah serumit itu. Dulu mungkin memang rumit dan lama, terkait dengan sistem birokrasinya, antrean memanjang ditengah terik matahari dan membutuhkan waktu yang agak lama. Ternyata, sekarang kedutaan jerman sudah merevisi birokrasi pengurusan visa agar lebih mudah dan cepat. Berikut ini adalah tata cara pengurusan visa secara umum :

* Pertama download dulu form aplikasi resminya di sini

* Buat appointment waktu pengurusan visa di web, biasanya respon pihak kedutaan sangat cepat, kemudian di print untuk dibawa pada hari H

* Baca dan isi ketentuan pengurusan visa di sini

* Datang pada hari dan jam yang telah ditentukan, sampai depan pintu, pak satpam sudah mempunyai daftar nama pemohon visa pada hari tersebut, kemduian di absen dan langsung bisa masuk. Setelah melewati security gate, naik ke lantai atas dan menyerahkan form aplikasi berikut form lainnya yang dibutuhkan, kemudian tunggu untuk review form, wawancara singkat, dan pembayaran pengurusan visa sebesar Rp. 750.000 di loket yang telah ditentukan. Setelah itu tunggu beberapa hari (3 hari biasanya), visa anda sudah bisa diambil di kedutaan jerman.

           Nah, kira-kira seperti itu gambaran umum pengurusan visa. Untuk detailnya yang harus diperhatikan adalah:

* Foto haruslah format foto biometrik, bukan pas foto biasa. Studio foto biasanya mengenal foto jenis ini dengan sebutan foto untuk visa 'schengen'

* Asuransi perjalanan jangan sampai lupa.

* Bukti keuangan, untuk yang satu ini masih simpang siur, namun yang pasti harus mencukupi biaya hidup negara tujuan, jerman sekitar 35 euro/hari dikali (x) jumlah hari selama di sana. Ada yang bilang juga bahwa jumlah saldo harus stabil selama 3 bulan terakhir

* Bukti tiket pesawat PP, sering kali dicurigai imigran gelap bila hanya one way ticket.

* Bukti tempat tinggal kita selama di sana, entah sponsor kerabat, atau bukti booking hotel di sana

* Sebisa mungkin dapat surat sponsor/undangan dari kerabat disana, ataupun surat sponsor perusahaan/bank, bahwa kita mampu untuk membiayai perjalanan kita

        Kalau dokumen anda sudah lengkap dan memenuhi syarat, maka visa anda diterima, walau kadang pada beberapa pengalaman, ada juga yang ditolak. Jika ditolak, kita harus mulai dari awal lagi deh. Mungkin bisa pindah ke kedutaan Belanda, yang kata banyak orang lebih mudah pengurusannya, tapi saya tidak tau pastinya..hehehe

sekian dulu share dari saya...semoga bermanfaat


-Ibnu Affiano-

Tuesday, October 23, 2012

SINGAPORE TRIP 2012

 
Sumber : Dokumentasi Pribadi


Halo Guys!!

Singapura memang sudah menjadi salah satu tujuan perjalanan wisata luar negeri yang terkenal buat orang Indonesia. Sekitar 2 jutaan turis asal Indonesia berkunjung ke Singapura tiap tahunnya, angka yang luar biasa. Singapura memiliki beberapa lokasi wisata dan berbelanja yang menarik dan yang pasti terorganisir dengan sangat baik. Oke, tanpa berlama-lama lagi, saya paparkan perjalanan singkat ke singapura versi saya.

Hal pertama adalah perencanaan. Ketika hendak pergi ke Singapura, rencanakan perjalanan anda dengan baik, diantaranya pembelian tiket pesawat, akomodasi hotel, dan lokasi mana saja yang hendak anda akan singgahi. Tiket pesawat PP Sriwijaya Air sekitar 1,2 juta, kemudian booking hotel di situs Agoda, yakni Hotel Le Peranakan (Daerah East Coast Road) 600 ribu/malam. Kondisi hotelnya bagus dan bersih, cocok untuk beristirahat, satu-satunya keluhan adalah kamar hotelnya yang sempit, namun tidak menjadi masalah berarti, karena sepanjang hari saya berada di luar.

DAY 1
Setelah sampai di bandara Changi, saya menuju ke stasiun/halte MRT yang berada di basement terminal 2. Kemudian saya membeli EZ Link Card seharga SGD 12 (saldo awal sebesar SGD 7), kemudian saya top-up SGD 5 sebagai tambahan. EZ Link Card adalah kartu prabayar yang digunakan sebagai alat pembayaran transportasi di Singapura (MRT, Bus, dll). Selama perjalanan, saya lebih banyak menggunakan moda transportasi bus komuter dibanding kereta MRT. Saya naik MRT menuju ke Hotel untuk check-in dan beristirahat sejenak.

Lokasi yang saya singgahi pertama adalah Lucky Plaza, di daerah Orchard Road. Mencari makanan yang tidak terlalu mahal, sekitar SGD 3-6, serta mencari pernak-pernik seharga SGD 10 untuk 3 item, seperti gantungan kunci, korek api,dll. Setelah itu saya beranjak menuju merlion park, letak simbol patung singa kebanggaan Singapura. Menikmati sore hari dan pemandangan sejenak ke arah Marina Bay Sand Hotel di kafe-kafe yang berderet.

Sumber : Dokumentasi Pribadi


DAY 2
Pagi-pagi sekali saya sudah keluar hotel menuju ke Theme Park terkenal di dunia, yakni Universal Studio, yang terletak di kompleks Sentosa Resort. Harga tiket masuknya sekitar SGD 70 untuk dewasa dan SGD 50 untuk anak-anak. Satu hari penuh saya dan keluarga bermain disana, tidak semua wahana dapat saya nikmati karena sangat banyak dan keterbatasan waktu. Mungkin lebih baik anda mengambil tiket 2 day pass supaya bisa menikmati semua wahananya dan tidak terburu-buru.

Sumber : Dokumentasi Pribadi

Sebelum kembali ke hotel, saya dan keluarga makan siang di sore hari di restaurant thailand yang ada di dekat hotel (East Coast Road), yakni restaurant Mad Thai, yang menyediakan menu ayam dan ikan yang sangat menggugah selera, kisaran harga mulai dari SGD 6-9 untuk satu porsi makanannya.

Sumber : Dokumentasi Pribadi

Malam harinya, saya sempatkan lagi jalan-jalan dan berbelanja barang-barang di daerah Bugis Street, disana terdapat banyak macam barang-barang seperti baju, elektronik, dll, kira-kira seperti Mangga dua di Jakarta.

DAY 3
Pagi harinya saya dan keluarga check out dari hotel dan langsung menuju Bandara untuk pulang, karena penerbangan pukul 10 pagi.

Well, cukup sekian yang dapat saya share tentang perjalanan singkat saya ke Singapura, maaf jika penjabarannya kurang baik dan tidak detail, karena sudah beberapa bulan yang lalu, dan kebetulan tidak saya catat dengan baik. Mudah-mudahan bermanfaat untuk kita semua, terutama buat Indonesia, yang harus mengembangkan industri pariwisatanya, karena Indonesia jauh lebih banyak memiliki prospek objek pariwisata dan lebih indah dibandingkan dengan Singapura.

Terima Kasih

Thursday, July 19, 2012

Tidung Island Trip

                                                          Sumber : Dokumentasi pribadi

         Weekend bulan Juli 2012 ini saya berkesempatan mengunjungi kawasan wisata pantai di kepulauan seribu, DKI Jakarta, tepatnya Pulau Tidung. Saya menggunakan jasa travel paket wisata yang ada di kaskus.co.id dengan ID NiaPulau. Harga paket yang ditawarkan sangat bersahabat, yakni sekitar Rp. 300.000/orang untuk 8 orang anggota rombongan. Jika anda membawa rombongan yang lebih banyak lagi, harga akan semakin murah, namun jika makin sedikit harga aakan lebih mahal. Mengapa hal ini terjadi?? usut punya usut ternyata karena mereka menawarkan paket penginapan disatu rumah warga (rumah sang empunya travel) yang luas, jadi akan efisien jika lebih banyak orang yang datang pada satu kelompok. Oke cukup untuk pengenalan awal dari paket perjalanannya.

         Perjalanan diawali pada pukul 06.00 WIB pagi berkumpul di pelabuhan Muara Angke, Jakarta Utara. Disana telah banyak kapal menunggu dengan berbagai tujuan diantaranya pulau tidung, pramuka, bidadari, dll. Tentu saja saya naik tujuan pulau tidung yang diarahkan guide dari travel yang sudah menunggu kehadiran kita di pelabuhan. Perjalanan memakan waktu 2,5-3 jam perjalanan laut untuk sampai ke pulau tidung dengan menggunakan kapal penumpang biasa yang sangat ramai (usahakan dapat tempat di dekat pintu agar tidak panas dan bisa melihat pemandangan). Alternatif lain dari perjalanan ke pulau tidung adalah dengan menggunakan kapal cepat yang memakan waktu lebih singkat, namun titik keberangkatan ada di marina ancol dan harganya pun berlipat ganda dari harga tiket kapal biasa.

                                        suasana pulau tidung di sore hari (dok. pribadi)

         Sesampainya di Pulau Tidung, kita telah ditunggu oleh travel guide dan diarahkan menuju tempat penginapan yang berjarak kurang dari 200 meter dari pelabuhan. Pulau Tidung memiliki jalan atau gang lebih tepatnya yang sangat unik. Di seluruh pulau tidak ada jalan besar,, hanya sebuah gang dan dilewati motor, becak motor, dan sepeda sebagai alat transportasi utama. Selama berjalan dari pelabuhan menuju penginapan, kita akan disambut oleh warga masyarakat yang sangat ramah. Warga tidung memiliki 100% kendali pada pengelolaan wisata pulau tidung. Mereka menyewakan rumah dan kapal mereka bagi wisatawan, jadi jangan berharap ada resor mewah di pulau tidung, namun hal ini menjadikan pulau tidung semakin khas dan unik dimana terjadi interaksi antara para wisatawan dan warga asli pulau tidung yang selaras.

         Oke, kemudian setelah sampai di penginapan, rombongan biasanya akan menyimpan barang bawaan, bersih-bersih, dan sedikit istirahat dengan merebahkan badan, karena agenda selanjutnya, yakni Snorkling di mulai pada jam 1 siang. Rumah penginapan yang cukup nyaman dengan adanya pendingin udara (AC) di ruang tamu dan tiap kamarnya menyejukkan udara di rumah. Dan satu lagi, kita juga disambut oleh hidangan es kelapa muda yang menyegarkan dan makan siang yang lezat sekali..hehe...ternyata sudah disiapkan makan siang untuk rombongan yang kelaparan setelah menempuh perjalanan 2-3 jam.

         Waktu menunjukkan jam 1 siang, dan rombongan telah dijemput untuk snorkling di sekitar pulau tidung. Awalnya kita akan diberi life jacket, fin, dan gogle untuk snorkling sebelumnya. Dari pelabuhan kita menaiki kapal yang telah disediakan travel untuk menuju spot snorkling yang ditentukan. Sesampainya disana ternyata banyak juga kapal wisata lainnya yang telah sampai. Langsung saja saya menikmati pemandangan bawah air yang cantik dengan snorkling ria disana. Setelah beberapa lama, kapal kembali berjalan menuju beberapa spot snorkling berikutnya.

                                          Penulis berada di spot snorkling (dok. pribadi)

             Setelah puas snorkling kita akan di bawa menuju pantai yang terkenal dengan jembatan cintanya pulau tidung. Disana pengunjung sangat ramai dengan berbagai akitivitas, diantaranya bermain banana boat, main voli pantai, makan di foodcourt, atau hanya sekedar duduk, bermain pasir, dan berfoto. Suasananya sangat semarak dan ramai. Namun disarankan hati-hati saat melewati jembatan cinta karena kayu jembatan sudah banyak yang keropos dan berlubang, sangat disayangkan sekali kenapa kondisi jembatan cinta ini begitu rusak (mudah-mudahan mendapat perhatian dan segera dibenahi).

                                       Travel guide melempar jangkar kapal (dok. pribadi)

              Menjelang maghrib, rombongan diajak kembali ke penginapan setelah seharian snorkling dan bermain di pantai. Saatnya beristirahat, namun sesampainya di rumah, ternyata sudaha ada hidangan sore yang menunggu, diantaranya ada ikan goreng tepung dengan sambal yang sangat nikmat yang langsung saja diserbu rombongan. Pada pukul 9 malam, travel guide kami kembali mengajak rombongan untuk BBQ di tepi pantai, sangat menarik sekali, mulai dari menu ikan dan cumi bakar, sampai pemandangan bintang yang sangat banyak dan terang yang jarang kita temui di kawasan kota Jakarta. Setelahnya rombongan kembali ke penginapan dan beristirahat.

              Pagi harinya ada waktu bermain lagi di pantai sebelum bersiap untuk pulang, namun saya lebih memilih beristirahat di rumah karena badan yang kurang fit. Jam 9 pagi rombongan sudah bersipa untuk menuju ke pelabuhan untuk pulang. Para travel guide mengantar kami sampai menaiki kapal dengan sangat ramah dan mengucap terima kasih, dan perjalanan liburan singkat di pulau tidung pun berakhir, satu perjalanan yang berkesan di ujung jakarta. (Ibnu Affiano)




Friday, December 23, 2011

Ancol's Fantastique Magic Fontain Show

                           
Source : mostlyjakarta.com

Jakarta - Taman Impian Jaya Ancol kembali menghadirkan wahana baru kepada masyarakat Indonesia. Wahana ini bernama "Fantastique Magic Fontain Show", sebuah pertunjukan kombinasi antara sajian teatrikal, teknologi multimedia, dan tentu saja permainan air mancur yang menawan. Wahana ini hadir di kawasan Ocean Ecopark, Taman Impian Jaya Ancol. Penulis berkesempatan mendapatkan undangan ketika wahana ini baru diperkenalkan. 

Penulis bersama Timmy Emmy (Timun Mas)

Wahana ini mampu menampung penonton sebanyak 2000 orang dalam setiap satu kali pertunjukan. Pertunjukan yang diadakan pada malam hari (night attraction) ini terhitung sangat menarik untuk disambangi, terlebih untuk anak-anak, karena penonton akan disuguhkan atraksi air mancur yang dipadukan dengan 3D mapping yang mengundang decak kagum penonton. Ditambah lagi adanya ledakan-ledakan yang akan menyemburkan air ke arah penonton akan semakin menambah kesan pada wahana ini. Background setting kastil kerajaan yang disesuaikan dengan cerita dasar pertunjukan, yakni kisah timun mas dan buto ijo yang sarat edukasi dan mengandung nilai moral yang baik, yang digarap apik oleh seniman N. Riantiarno dan Djaduk Ferianto. Pertunjukan ini juga diisi teatrikal yang dibawakan oleh 50 orang penari teater yang akan bernyanyi dan memerankan peran sebagai timun mas. 

Penulias bersama 2 penari teater

Fantastique magic fontain dapat menjadi alternatif tujuan berlibur yang singkat dan sangat cocok ditonton oleh anak-anak karena dikemas secara menarik, atraktif, dan mengandung nilai lihur serta moral yang mudah dicerna oleh anak-anak.



Friday, September 23, 2011

Mencicipi kuliner Makassar


Perjalanan saya ke kota Makassar dalam rangka mengikuti PIMNAS XXIV 2011 unhas, Makassar yang telah saya ceritakan pada bagian 1 dan bagian 2 merupakan perjalanan yang sangat mengasikkan. Disela-sela kegiatan acara pimnas, tentu saja saya tidak ingin melewatkan mencicipi kuliner khas makassar.

Kuliner pertama yang saya coba adalah "Kapurung". Dekan fakultas perikanan dan ilmu kelautan yang ikut dalam kontingen Pimnas IPB, mengajak saya untuk mencicipi makanan yang satu ini. Kami mendatangi restoran bernama "Aroma Luwu" di jl. Sultan Hasanuddin, Makassar. Kapurung sebenarnya merupakan makanan khas dari daerah palopo, Sulawesi selatan. Kapurung terbuat dari bahan dasar tepung sagu, yang di daerah ambon dikenal dengan nama papeda. Kapurung dimasak dengan campuran ikan, daging ayam dan sayuran. Rasa dari sagu yang dibentuk bulat oval menyatu dengan sayuran dengan kuah yang kental dengan aroma dan rasa rempah-rempah.


Hari berikutnya, saya berkunjung ke daerah pantai Losari, kota Makassar. Di sana, saya mencicipi beberapa makanan khas kota Makassar, diantaranya adalah pisang epek dan mie titi. Pisang epek sudah sangat terkenal dan sering dibahas diberbagai kesempatan. Mie titi merupakan makanan yang baru saya dengar pada saat itu. Saya berkunjung di restoran yang menjual mie titi di daerah pantai losari. Mie titi merupakan mie kering yang disiram dengan kuah yang mirip dengan i fu mie. Kata titi konon berasal dari nama si pembuat mie ini. Mie titi disiram dengan kuah kental berisi potongan daging ayam dan sayuran dengan rasa yang khas.


Sebenarnya saya juga mencicipi makanan khas Makassar lainnya, seperti coto makassar, sop konro, dan konro bakar. Namun makanan-makanan tersebut memang sudah dikenal luas oleh masyarakat Indonesia sehingga sudah sangat familiar. Makanan-makanan seperti kapurung dan mie titi baru saya dengar dan cicipi ketika saya berada di Makassar. Mudah-mudahan menambah refrensi kita semua akan kekayaan kuliner khas Makassar lainnya.

Monday, September 19, 2011

PIMNAS XXIV Makassar (bag. 2)

Sebelumnya, telah saya ceritakan awal perjalanan saya dalam ajang PIMNAS XXIV Makassar hingga acara gelar produk/expo pada PIMNAS XXIV Makassar (bag. 1)


Acara puncak dari PIMNAS XXIV UNHAS, Makassar digelar pada hari ke-5, yakni pengumuman juara dari tiap kategori sekaligus closing ceremony PIMNAS XXIV Makassar. Acara bertempat di Gedung Baruga Andi Pangeran Pettarani, UNHAS dimulai pada pukul 19.00 WITA. Acara dimulai dengan sambutan-sambutan yang diselingi dengan acara hiburan, diantaranya adalah tarian tradisional Makassar yang dibawakan oleh mahasiswa asal Korea Selatan yang mengikuti program pertukaran pelajar.

Mahasiswi asal Korea Selatan
yang membawakan tarian tradisional Makassar

Akhirnya tiba saatnya pengumuman juara tiap kategori dan juara umum PIMNAS XXIV Makassar. Juara umum akan mendapatkan piala bergilir "Adhikarta Kertawidya". Saat pengumuman saya berada di spot pers untuk mengambil foto acara. Juara kategori PKM Penelitian tiap-tiap kelas telah dibacakan, dan kelompok saya tidak berhasil merebut penghargaan dalam kategori tersebut. Jujur saya memang sudah pesimis tidak mendapatkan juara karena saat presentasi dan tanya jawab kurang sempurna dan banyak terjadi perbedaan pendapat dengan juri. Tetapi pada akhirnya saya terkejut saat penghargaan kategori poster ilmiah dibacakan, karena kelompok saya berhasil mendapatkan penghargaan setara perak dalam kategori poster ilmiah PKM penelitian. Sungguh sangat terkejut saya dibuatnya mengingat pada acara pameran, banyak sekali poster-poster kelompok lain yang sangat bagus dan menarik. Ada rasa kebanggaan tersendiri dalam diri saya karena berhasil mendapat penghargaan setara perak dalam ajang pimnas yang notabene tingkat nasional. Apalagi kebetulan saya yang mengerjakan desain poster tersebut.

Piala bergilir "Adhikarta Kertawidya"

Pada akhirnya kami harus mengakui keunggulan Universitas Gadjah Mada (UGM) yang berhasil mendapatkan gelar juara umum dan merelakan piala bergilir "Adhikarya Kertawidya" yang terbang ke Jogjakarta. IPB harus puas berada di peringkat ke-4 klasemen akhir dengan 3 emas, 4 perak, dan 2 perunggu. Namun dibalik itu, pengalaman yang saya dapatkan sudah sangat berharga, ditambah lagi mendapatkan penghargaan setara perak kategori poster PKM penelitian. Semoga pada tahun-tahun berikutnya IPB bisa menjadi juara umum PIMNAS dan merebut piala bergilir "Adhikarta Kertawidya" kembali ke Bogor, Amiiinn. [TAMAT]


PIMNAS XXIV Makassar (bag. 1)


PIMNAS adalah ajang kompetisi karya ilmiah mahasiswa tingkat nasional. Sungguh beruntung sekali saya mendapatkan kesempatan mewakili almamater tercinta, Institut Pertanian Bogor (IPB) dalam PIMNAS XXIV di Universitas Hasanuddin, Makassar. Tahapan demi tahapan dilalui untuk dapat lolos menjadi peserta pimnas, mulai dari pembuatan proposal Pekan Kreativitas Mahasiswa (PKM), penelitian, presentasi hasil penelitan, hingga tahap monitoring dan evaluasi akhir. Kelompok saya meneliti tentang topik suhu penanganan ikan tuna di Indonesia.

suasana pembukaan PIMNAS XXVI UNHAS Makassar

Pada bulan Juli, Pimnas digelar selama kurang lebih satu minggu di beberapa gedung fakultas Universitas Hasanuddin (UNHAS), Makassar. Pengalaman pertama saya menginjakkan kaki di kota Makassar dan ikut ajang berskala nasional ini sangat mengagumkan. Bertemu dan mengenal rekan-rekan mahasiswa dari seluruh penjuru Indonesia, mengenal budaya dan bahasa sangat mengasikkan. Kami semua tinggal di asrama mahasiswa unhas selama acara berlangsung. Suasana keakraban tercipta seiring dengan intensitas pertemuan, baik di asrama maupun saat makan.


Presentasi hasil penelitian berlangsung selama 2 hari. Kelompok yang maju ditetapkan berdasarkan hasil undian. Tiap-tiap kelompok diperkenankan melakukan presentasi selama kurang lebih 15 menit. Semua kelompok memaparkan hasil penelitian dengan berbagai macam tema yang menarik dan berkualitas, mulai dari inovasi arsitektur, konstruksi, mikroba pendegradasi plastik, hingga penetapan suhu ikan tuna untuk industri yang diteliti oleh saya dan rekan satu kelompok. Kebetulan kelompok saya mendapatkan giliran pada hari kedua. Presentasi berjalan sangat menegangkan karena para juri merupakan orang pilihan yang berkompeten dalam bidang keilmuan yang sesuai dengan tema PKM. Kelompok saya dihujani berbagai pertanyaan yang sangat tricky, dan tak jarang debat pendapat sering terjadi. 

Pada hari beikutnya digelar pameran atau expo dari hasil penelitan semua peserta. Setiap kelompok diberikan satu bilah untuk menggelar properti yang berkaitan dengan penelitian dan menempel poster ilmiah yang dinilai oleh juri untuk penghargaan kategori poster ilmiah. 

berfoto di depan stand sendiri

Semua kelompok dengan berbagai macam atribut unik berdiri di depan stand masing-masing menanti datangnya pengunjung dan juri yang hendak bertanya hal tentang penelitian maupun sekedar mengagumi hasil penelitian. Atribut yang dikenakan sangat unik, mulai dari baju daerah masing-masing, hingga pemberian souvenir dan kenang-kenangan dari tiap stand. Kebetulan kelompok saya tidak mempersiapkan kostum sehingga hanya memakai jas almamater IPB saja. Acara expo juga menjadi ajang perkenalan dan ramah tamah seluruh peserta pimnas. Tiap peserta dapat berjala-jalan ke semua stand dan bisa bebas bercakap-cakap dengan peserta lain.

berfoto bersama kelompok asal UNUD, Bali
Acara puncak digelar pada hari ke-5, yakni pengumuman juara dari tiap kategori sekaligus closing ceremony PIMNAS XXIV yang akan saya ceritakan pada bagian 2.

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites